Bagaimana Museum of the Future meregangkan batas-batas rekayasa structural

Dalam wacana yang akan dibuka pada tahun 2019, Museum of the Future yang ikonis akan berfungsi sebagai ruang pameran untuk konsep, layanan dan produk yang inovatif dan futuristik. Didalmnya akan mencakup laboratorium sains, restoran dan auditorium. Proyek yang dimiliki pleh pabrikator baja Eversendai L.L.C. ini telah menyapu bersih kategori BIM pada Tekla Global BIM Awards. Proyek ini memenangkan Best Public Category project, Best BIM Project dan Online Voting. 
 

Ruang Lingkup Proyek

Eversendai mengawasi koordinasi dan implementasi BIM termasuk desain sambungan, shop drawings, studi erection engineering dan stage analysis, gambar workshop fabrication, supply, pabrikasi dan pemasangan struktur baja. Melalui penggunaan BIM, Eversendai berhasil menangani semua pekerjaan tersebut dengan efisien, akurat dan tepat waktu. 

 

 

Tantangan geometri kompleks

Museum of the Future adalah salah satu proyek konstruksi paling rumit di dunia. Struktur beton dari ruang bawah ke atas mendukung struktur baja diagrid hingga Tingkat 7, dengan lempengan lantai beton komposit. Pendekatan desain ini memungkinkan ruang interior bebas kolom tetapi membutuhkan sejumlah elemen yang berbeda dan unik dalam struktur baja bangunan tersebut.

 

 

Eversendai menghadapi tantangan dalam merancang koneksi struktur yang rumit yang diinginkan oleh tim desain. Mengingat kompleksitas desainnya, tim memiliki 12 model struktural secara total, di mana mereka menciptakan envelope cases untuk beban sambungan. Ini berarti sejumlah besar data dan kombinasi beban perlu dipertimbangkan selama fase desain koneksi. Data dianalisis dalam sejumlah konfigurasi, menggunakan desain FEM untuk menentukan apakah diperlukan atau tidak stiffeners serta mengurutkan pengelasan node untuk mentransfer tekanan. Pada akhirnya, koneksi dirancang tanpa pelat punch agar terlihat seperti karangan bunga melati.

 

 

Terlebih lagi, jembatan penghubung podium tidak hanya diperlukan untuk dapat menahan bagian atas tangga fitur double helix, tetapi  itu diperlukan untuk bisa dipabrikasi. Pembatasan transportasi dan jalan karena lokasi yang sibuk, serta kapasitas angkat yang memerlukan sambungan site yang dilas merupakan tantangan lainnya yang dihadapi pada pengerjaan Proyek ini.

 

BIM sangat penting dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan clash

Berdasarkan kompleksitas geometri dan tampilan yang membutuhkan presisi dari Museum of the Future, penerapan BIM sangatlah penting. Eversendai berhasil menyelesaikan struktur dengan menggunakan perangkat lunak Tekla untuk merancang, pabrikasi, dan mengkoordinasikan proses. Mereka menggunakan Tekla BIMsight secara ekstensif untuk mengidentifikasi clash/bentrokan pada setiap produksi, seperti atap, fasad, MEP dan kontraktor RCC dan mampu menyelesaikan bentrokan di fase desain itu sendiri.

 

“Tekla Structures adalah alat yang ampuh di balik kesuksesan Proyek Museum of the Future kami, karena kemampuan pemodelan 3D yang kuat dan fleksibilitas untuk membuka opsi API yang memberi kami ruang lingkup yang besar untuk mengeksplorasi dan mengembangkan rutinitas dalam melakukan pemodelan dan merinci secara akurat dalam waktu singkat dengan tingkat presisi yang tinggi. Mempertimbangkan geometri kompleks serta bentuk struktur yang rumit dan juga penyediaan konstruksi yang bertahap sebagai persyaratan pra-set Analisis CMES, Tekla Structures telah memainkan peran penting dalam menyimpulkan Rekayasa dan Detailing kegiatan dalam tenggat waktu proyek.

Manajemen BIM dengan perangkat lunak Tekla meningkatkan efisiensi, akurasi, dan manajemen waktu proyek. Tekla BIMsight juga digunakan secara luas untuk mengidentifikasi bentrokan dengan isu lainnya, yang memungkinkan kami untuk secara efektif menangani masalah sebelum tahap pabrikasi, sehingga dapat menghemat waktu dan sumber daya”.  - Sreenivasa Rao Vipparla, General Manager | Design & Engineering – ME, UK & CIS, Eversendai Engineering L.L.C

 

Baca eBook gratis untuk mempelajari keuntungan alurkerja dengan implementasi BIM


 

tekla_middle_east_bim_awards_2018_-_eversendai_engineering_-_museum_of_the_future

Tanggungjawab Proyek Eversendai:

  • Mendesain koneksi
  • Membuat gambar

  • studi rekayasa ereksi dan tahap analisis

  • gambar pabrikasi workshop

  • pasokan, pabrikasi dan pemasangan baja struktural

PIHAK YANG TERLIBAT
Klien Proyek: Dubai Future foundation & Employers representative MERAAS
Arsitek: Killa Design
Structural Engineer: BuroHappold
Konsultan Biaya: AECOM
Kontraktor Utama : BAM HIGGS & HILL
Pabrikator Baja: Eversendai L.L.C.

Museum of the Future, Elbert Speidel

“melalui rekayasa struktur dari Museum of the Future, dapat dipelajari bahwa Tekla mampu membuat struktur kompleks. Nampaknya, hanya Tekla yang mampu untuk membuat geomoteri serumit ini dan berkolaborasi dengan disiplin lain sehingga bangunan dapat dikonstruksi sesuai rencana”
Elbert O. Speidel
A.I.A. professor
California Polytechnic State University