Aas-Jakobsen Menemukan Cara Kerja Baru dengan Tekla Model Sharing

Aas-Jakobsen, perusahaan civil engineering berbasis di norwegia memiliki keahlian dalam bidang teknik struktural  structural engineering, namun pada 4 tahun yang lalu sempat kewalahan dengan project yang ada. Terdapat 2 proyek bangunan besar dan perusahaan kekurangan staff. Oleh karena itu, mereka memerlukan langkah inovatif untuk merekrut staff baru dan mengatur alur kerja. Mereka akhirnya menemukan partner kerja yang cocok namun masih belum menemukan tools yang tepat untuk digunakn pada proyek=proyek tersebut. 

Salah satu proyek besar tersebut adalah pengembangan Bandara Oslo-Gardermoen, sedangkan proyek lainnya adalah  terminal baru untuk Bergen airport. Aas-Jakobsen bertanggungkawab untuk rekayasa struktur dan manajemen BIM pada proyek-proyek tersebut.  Aas-Jakobsen memiliki 120 karyawan dan 3 departemen; building, infrastruktur dan jembatan. Menurut Manager BIM dan Teknik Struktural Erik Hersleth, organisasi mereka cukup fleksibel dan mudah untuk mengambil keputusan.

Aas-Jakobsen telah menggunakan Tekla pada tahun 2009 karena memilki karakteristik terbuka pada BIM serta Open API, merupakan interface yang mengijinkan perusahaan untuk membuat plug-ins sendiri yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas.

-“Pada keseleruhan proyek, kami menggunakan model yang sama, selain itu juga Tekla adalah software pilihan untuk pendetailan baja dan precast.  Erik Hersleth menilai bahwa bagian pendetailan pada penulangan juga dikembangkan dengan sangat baik sehingga target perusahaan untuk melakukan sekali pemodelan terlepas jenis strukturnya dapat tercapai. 

-“Erik Hersleth juga menambahkan bahwa Terminal Bandara Bergen merupakan bangunan kompleks dengan struktur berulang dengan aturan yang ketat sehingga cocok untuk dikerjakan dengan pihak ketiga/outsource. Aas-Jakobsen sebelumnya bekerja dengan kantor di Bangkok yang sekarang ini dapat menyediakan sumber daya yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan kedua proyek tersebut

Menjangkau Solusi

Wlalupun mereka memilki pengalaman yang baik bekreja dengan kantor di Thailand, Aas-Jakobsen juga tetap membutuhkan cara yang efisien dalam berkolaborasi. Hersleth menyebutkan bahwa untuk menghubungkan kantor-kantor yang lokasinya berbeda, mereka menggunakan fungsi Tekla’s Multiuser melalui saluran VPN. Akan tetapi koneksi internet tida terlalu cepat di Thailand sehingga dibutuhkan cara lain yang lebih efektif. 

Sementara itu, Tekla sedang menguji coba suatu cara baru untuk menghubungkan proyek tekla tanpa terkendala waktu dan lokasi kerja. Tekla Model Sharing dapat bekerja di segala ukuran proyek dan dapat bekerja secara online dan offline, bahkan ketika koneksi internet lambat tidak menjadi masalah.

-“Hersleth menyebutkan bahwa Tekla menjanjikan support yang baik dan itu merupakan solusi yang kami butuhkan”

Berhasil dengan model berdetail besar

Hersleth mengkhawatirkan resiko untuk mengadopsi Tekla Model Sharing, yang pada saat itu belum dirilis namun mereka percaya bahwa sistem akan bekerja dengan baik dan piak Tekla mendukung secara penuh.

-“Skenario terburuk adalah model tidak tersinkron dan kami harus membuat banyak drawings sesuai deadline, ujar Hersleth. Akan menjadi masalah besar jika Aas-Jakobsen tidak bisa memberikannya dengan tepat waktu”

Ketika mereka memulai bekerja dengan Tekla Model Sharing, Hersleth mengaku agak gugup ketika berusaha untuk mensinkronkan model. Walaupun demikian, tidak dperlukan back up harian karena setelah dibandingkan tidak ada detail yang hilang sehingga kami berhenti untuk melakukan pengecekan.

Setelah waktu berjalan dan pengguna yang terlibat menjadi semakin percaya diri karena terus mendapatkan dukungan ketika terjadi masalah dan menyelesaikannya bersama. Sekarang, semua masalah sudah ditangani dan kami puas dan senang memiliki hubungan yang baik dengan Tekla, ujar Hersleth

Pentingnya Manajemen dan Pembagian Informasi 

Strategi kerja yang jelas dan pengetahuan tentang siapa yang bertanggung jawab untuk apa dan bagaimana bekerja pada setiap bagian adalah penting terutama untuk proyek global. Sekarang kantor Bangkok memproduksi semua gambar dan model penulangan untuk terminal baru dan satu orang di kantor Sogndall, Norwegia, menangani semuanya untuk terminal yang ada.

Tekla Model Sharing memungkinkan bekerja secara global, tetapi manajemen dan perencanaan proyek yang baik adalah kunci keberhasilan proyek, seperti diperlihatkan Aas-Jakobsen.
Hersleth menunjukkan bahwa informasi yang tepat harus dibagikan dengan rekan kerja terlepas dari lokasi mereka. "Mereka yang berada di Thailand tidak bisa bertanya kepada mereka yang di Norwegia karena perbedaan waktu dimana sudah memasuki waktu malam di Norwegia."

Cara bekerja baru di masa depan

Di masa depan, Aas-Jakobsen akan dapat berkolaborasi dengan kantor Bangkok untuk proyek apa pun,sehingga dapat bersaing untuk proyek-proyek baru. Mereka juga telah menetapkan tujuan jangka panjang untuk menemukan cara untuk menciptakan keunggulan kompetitif untuk masa depan.

Aas-Jakobsen mungkin tidaklah besar namun selalu ada pemikiran segar dan mereka telah mampu menyatukan tim global untuk proyek-proyek besar. "Saya menantikan proyek baru dengan alur kerja yang sama," ujar Hersleth. Dia juga mengatakan lebih suka menggunakan Tekla Model Sharing. Waktu dan biaya tetap penting di Aas-Jakobsen.
 

Aas-Jakobsen-Hersleth-MS-1

Kami menerima dukungan dari Tekla sehingga masalah yang timbul dapt diselesaikan bersama sama. Akhirnya kami hanya memiiki masalah downtime dalam jumlah yang sangat sedikit dan tercatat tidak ada masalah yang berarti pada tahun lalu
Erik Hersleth
BIM Manager
Aas-Jakobsen

Aas-Jakobsen-Hersleth-MS-2

Kami tidak sabar untuk memulai proyek baru dengan menggunakn alur kerja yang sama
Erik Hersleth
BIM Manager
Aas-Jakobsen
Solution: